Sejarah Desa Jamberama Kec Selajambe Kab Kuningan



Sejarah Desa Jamberama
            Desa Jamberama berdiri pada tahun 1818, Awal mulanya desa Jamberama bernama Desa Selajambe, namun pada suatu ketika datanglah seorang pemuda sebutlah ia pendekar yang berasal dari Desa padahurip yang bernama Dimas raden pamungkas. Tujuan utama Dimas raden pamungkas datang ke Selajambe adalah untuk menguasai Desa Selajambe Sebelah Utara karna posisi ini sangat berdekatan dengan Desa padahurip namun usahanya ini tidak semudah yang ia bayangkan karna pada saat itu ada perlawanan dari pendekar Desa Selajambe yang bernama Jiwa Laksana yang berusaha ingin agar desanya tetap aman dari gangguan apapun termasuk dari pendekar Dimas raden pamungkas. Perlawanan yang di dapat dari Jiwa Laksana tidak mengurungkan niat Dimas raden pamungkas sedikitpun untuk tetap merebut wilayah Selajambe ia tetap bersikukuh pada pendiriannya.
            Pada saat itu untuk mempertahankan daerahnya Jiwa Laksana mengajak Dimas raden pamungkas untuk bertarung beradu kesaktian, namun yang unik dari kejadian ini adalah bukan di padahurip dan selajambe lah tempat untuk adu kesaktian ini. Tapi Subang yang menjadi saksi bisu adu kesaktian antara Jiwa Laksana dan Dimas raden pamungkas, adu kesaktian yang di tawarkan Jiwa Laksana yaitu di antaranya adu silat dimana Jiwa Laksana dan Dimas raden pamungkas sama-sama bertarung, namun keduanya sama kuat dan tidak ada yang kalah atau pun menang, adu kesaktian yang selanjutnya yaitu beberapa kesaktian yang di miliki masing-masing pendekar namun keduanya tetap sama kuatnya dan sampailah pada adu kesaktian yang terakhir Jiwa Laksana memberikan tantangan adu kekebalan pada Dimas raden pamungkas dan yang ternyata adalah kelemahan dari Dimas raden pamungkas, adu kekebalan yang di tawarkan adalah mandi dengan arir yang mendidih menggolak di atas tungku yang membara dengan api, namun seketika pada saat itu Dimas raden pamungkas melarikan diri karna takut akan kelemahannya terbongkar, yang ternyata ia akan kalah karna ini adalah kelemahannya tapi untuk mencari kepuasannya Jiwa Laksanan tetap mandi dengan air panas yang menggolak mendidih agar orang banyak tau bahwa kesaktiannya patut untuk di perhitungkan oleh pendekar dari tempat lain.
            Dan setelah kejadian adu kesaktian itu lalu selajambe bagian utara di berikan kepada  Jiwa Laksana atas usahanya mempertahankan wilayahnya dan semenjak kejadian itulah selajambe bagian utara di jadikan sebuah desa namun yang menjadi kepala desa tersebut bukanlah Jiwa Laksana melainkan Angkin seorang pemuda yang gagah berani yang berasal dari gunung jawa, tentunya Angkin sangat bangga sekali pada Jiwa Laksana karna telah mempercayai dirinya memimpin di daerahnya dan sebagai penghargaan kepada Jiwa Laksana maka di ambilah nama Jiwa Laksana oleh Angkin dan di pakailah nama itu sebagai nama panjang dan jadilah Angkin Jiwa Laksana sebuah nama untuk seorang kepala desa,  namun pada saat itu belum terpikirlah nama dari tempat ini. Dan ketika Angkin Jiwa Laksana teringat pada kejadian buyung tilenggok dan keadaan air di tempat ini sangat bersih dan air keluar tepat dari bawah pohon jambe maka terciptalah nama Jamberama sebuah nama yang singkat namun penuh dengan makna untuk menamai sebuah wilayah yaitu Jamberama.

Komentar

Postingan Populer